Tanggal : 01/30/2026, 09:26:47, dibaca 465 kali.
PEMBELAJARAN PENERAPAN ALAT UKUR THEODOLITE DALAM PENGUKURAN & PERENCANAAN LAHAN PERKEBUNAN

BANJARBARU – Guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki berkompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian (Kementan) memaksimalkan pendidikan vokasi.
Pendidikan vokasi dimanfaatkan karena mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, sekolah vokasi seperti SMK-PP, Polbangtan dan PEPI memiliki peran penting untuk memajukan pertanian. Ia menambahkan, pertanian pun dapat di digarap dengan cara-cara kekinian. Namun hal tersebut harus didukung oleh SDM yang memadai. Dan Polbangtan menjadi ujung tombak dalam hal tersebut.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP), Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan, di tangan milenial dan generasi Z pembangunan pertanian akan dijalankan.
“Kalian semua adalah motor penggerak pertanian di negara yang kita cintai ini, terlepas dari generasai pendahulu kalian yang saat ini sudah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan pertanian,” katanya.
SMK PP Negeri Banjarbaru, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang Pendidikan Vokasi Pertanian di bawah naungan Badan PSDMP, Kementerian Pertanian (Kementan), sebagai sekolah vokasi bidang pertanian, terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan siswa dan tenaga pendidiknya.
Kali ini Konsentrasi Keahlian Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan mengadakan kegiatan pembelajaran tentang “Penerapan Alat Ukur Theodolite dalam Pengukuran dan Perencanaan Lahan Perkebunan serta Pengoperasian GPS dalam Penentuan Titik Koordinat”, Kamis, (29/01/2026).
Pembelajaran yang mengundang petugas magang dari Laboratorium Supersig, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh siswa kelas XI dan XII TP. 2025/2026 dan PLP SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Ketua Konsentrasi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan, Rahma Fitriani Dharmaningtyas menyampaikan, “Kegiatan ini dalam rangka memberikan kompetensi bagi peserta didik kelas XI dan XII konsentrasi keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), untuk dapat menggunakan alat ukur dalam perkebunan”, Ujarnya.
“Pembelajaran dalam penyiapan lahan ini untuk memberikan pengetahuan siswa tentang alat Theodolite dan GPS untuk mengukur luas lahan dalam mempersiapkan lahan tanam”, Pungkas Rahma.
Adapun materi yang di berikan diantaranya, Pengenalan Alat Ukur Theodolite dan GPS dan Konsep Dasar Pengukuran dan Perencanaan Lahan, Setting dan kalibrasi theodolite, Praktik pengukuran sudut dan jarak di lapangan, Pengoperasian GPS untuk menentukan titik koordinat, dan Penerapan hasil pengukuran dalam perencanaan lahan perkebunan.
- Berita Lainnya
-
SISWA XII RAIH KOMPETEN DI UJI SERTIFIKASI PERTANIAN 2026
Tanggal : 04/17/2026, 09:46:50
-
KEMENTAN PACU OPTIMALISASI LAHAN CSR DENGAN TANAM SEREMPAK
Tanggal : 04/14/2026, 06:40:37
-
SEKOLAH PERTAHANKAN ISO MELALUI KOMITMEN MUTU & INTEGRITAS
Tanggal : 04/11/2026, 15:45:13
-
SISWA ATPH BERPARTISIPASI DI LAHAN CSR KAB. BANJAR
Tanggal : 04/10/2026, 09:28:11
-
PEMBEKALAN UKK BAGI SISWA XII TP. 2025/2026
Tanggal : 04/07/2026, 14:17:44