Tanggal : 02/10/2023, 10:31:06, dibaca 2286 kali.
KEMENTAN GELAR WORKSHOP MODEL BISNIS DI KALSEL

BANJARBARU - Menindalanjuti jumlah generasi muda yang menggeluti sektor pertanian terus meningkat, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) gencar melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di beberapa kesempatan, mengatakan bahwa Kementan akan terus memfasilitasi generasi muda agar bisa terjun menjadi petani serta wirausaha pertanian.
"Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemik ini," jelas Mentan SYL.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS.
"Pertama program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari program YESS yakni pemuda/i harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir," katanya.
Mendukung hal tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) dari Program YESS Kalsel menggelar Workshop Model Bisnis (08/02).
Mewakili Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Kepala Tata Usaha SMK-PPN Banjarbaru Johan Pujianto menyampaikan bahwa kegiatan program YESS di Kalimantan Selatan sudah memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat, khususnya di 3 kabupaten yang melaksanakan program YESS.
“Program YESS di Kalimantan Selatan sudah memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat kalsel, khususnya di 3 kabupaten yang melaksanakan program YESS. “ Kata Johan.
“Saat ini penerima manfaat dari program yess ini telah menyentuh angka 7.000 orang, termasuk di dalamnya 333 orang yang telah menerima dana Hibah Kompetitif. Sehingga perlu pengawalan yang jelas dan terpadu oleh semua pihak, agar penerima manfaat tersebut dapat terus eksis.” imbuhnya.
Kegiatan Workshop Model Bisnis ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan dan menghasilkan ekosistem kewirausahaan di masing-masing kabupaten. Dengan tujuan tersebut, maka pemetaan komoditas lebih jelas sehingga kebijakan dapat benar-benar tepat.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini dilaksanakan di Sarabakawa Meeting Room, Kindai Hotel Banjarmasin dengan dihadiri oleh 70 orang peserta dari 3 Kabupaten pelaksana program YESS Kalsel diantaranya dari District Implementatio Team (DIT), penerima manfaat, Praktisi, BAPPEDA, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Dinas PMD, BDSP, BPP, P4S, Mobilizer, SS DIT, dan Dinas terkait.
Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
- Berita Lainnya
-
SISWA XII RAIH KOMPETEN DI UJI SERTIFIKASI PERTANIAN 2026
Tanggal : 04/17/2026, 09:46:50
-
KEMENTAN PACU OPTIMALISASI LAHAN CSR DENGAN TANAM SEREMPAK
Tanggal : 04/14/2026, 06:40:37
-
SEKOLAH PERTAHANKAN ISO MELALUI KOMITMEN MUTU & INTEGRITAS
Tanggal : 04/11/2026, 15:45:13
-
SISWA ATPH BERPARTISIPASI DI LAHAN CSR KAB. BANJAR
Tanggal : 04/10/2026, 09:28:11
-
PEMBEKALAN UKK BAGI SISWA XII TP. 2025/2026
Tanggal : 04/07/2026, 14:17:44