Tanggal : 04/27/2026, 06:44:06, dibaca 23 kali.

KEMENTAN GELAR TANAM SERENTAK PADI, DI CSR SERUYAN


Seruyan – Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan tanam serentak padi di 16 provinsi, termasuk di Desa Halimaung Jaya, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan tanam melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR).

Penanaman di Seruyan dilakukan oleh SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru bersama Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang sebagai penanggung jawab wilayah Kalimantan Tengah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan program CSR ditargetkan mampu meningkatkan frekuensi panen hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

“Kami menargetkan lahan cetak sawah dapat menghasilkan panen lebih dari satu kali dalam setahun untuk mendukung swasembada pangan,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan lahan yang telah dicetak harus segera dimanfaatkan untuk produksi.

Menurutnya, sinergi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program dan memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan.

Penanaman dilakukan dengan metode tanam benih langsung (tabela) menggunakan drone seeder oleh kelompok Brigade Pangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari target tanam seluas 5.000 hektare.

Secara nasional, kegiatan tanam serentak juga diikuti 16 kabupaten lain dan terhubung secara virtual, dengan pusat kegiatan di Kabupaten Batanghari, Aceh, yang dihadiri Wakil Menteri Pertanian.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut percepatan tanam penting untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim, terutama ancaman El Nino.

“Pemanfaatan sisa musim hujan harus dioptimalkan agar tanam dan panen bisa dipercepat,” katanya.

Selain percepatan tanam, Kementan juga menerapkan mekanisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian, seperti rice transplanter dan drone penabur benih serta pupuk.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan sumber air melalui pompa, sumur bor, dan pemanfaatan air sungai guna menjaga keberlanjutan produksi di tengah potensi kekeringan.

Pemerintah daerah setempat mengapresiasi program CSR, termasuk bantuan alat pertanian dan pelatihan operasional yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan penanaman.

Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru